Categories
info Rupa-rupa

Blogger Mabok!

Yang namanya manusia itu memang tidak gampang puas. Seringkali ketidakpuasan tersebut malah jadinya berlebihan sampai mabok. Ada yang mabok miras, mabok harta, mabok judi, bahkan mabok janda. Saya sendiri saat ini juga sedang mabok, tapi mabok ngeblog. Eh, salah ding, lebih tepatnya mabok bikin blog.

Pemicunya adalah Kompetisi Web Kompas MuDA & AQUA yang saya ikuti kemarin. Terinspirasi salah seorang peserta lain, saya membuat sebuah postingan dukungan bagi blog yang saya ikutkan lomba tersebut, Web Muda. Karena itu, saya tiba-tiba saja membuka kembali blog-blog lama saya yang sudah tidak pernah saya isi -bahkan kunjungi- lagi. Blog-blog tersebut adalah hasil ‘mabok blog’ pertama yang saya alami beberapa tahun lalu. Ternyata eh ternyata, blog-blog malang ini jumlahnya lumayan banyak juga. Di WordPress saja saya punya ENAM alamat blog, termasuk blog ini dan juga Web Muda. Di Blogspot saya titip dua alamat blog. Saya juga punya account di Kompasiana.com dan juga dagdigdug.com. Karena entah mengapa blog saya yang di dagdigdug tidak bisa digunakan untuk memposting tulisan, maka total postingan dukungan yang saya publish kemarin berjumlah sembilan buah dari sembilan blog yang berbeda. Benar-benar mabok dah.

Categories
info physics blog competition

Blogger Sosialita

Manusia adalah makhluk sosial. Demikianlah yang kita pelajari di pelajaran Sosiologi. Hakikat manusia sebagai makhluk sosial membuat manusia tidak akan mampu hidup sendiri. Karena itulah ada yang namanya proses sosialisasi. Di zaman kemajuan teknologi seperti sekarang, pola sosialisasi pun mengalami perubahan. Sekarang, seseorang tidak perlu lagi keluar rumah untuk bersosialisasi. Cukup dari rumah, sekolah, atau kantor, seseorang sudah bisa berinteraksi dengan orang lain melalui berbagai macam situs social media di internet seperti Facebook atau Twitter.

Lantas, bagaimana dengan blogger? Perlukah blogger bersosialisasi juga? Mengingat blogger juga manusia, jawabannya jelas iya. Tapi, selain melalui Facebook atau Twitter, blogger juga perlu bersosialisasi melalui komunitas blogger. Apa itu? Komunitas blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari para blogger berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Komunitas ini biasanya sering mengadakan kegiatan bersama, seperti misalnya kopi darat atau workshop tentang blogging.

Melalui komunitas blogger ini kita bisa mendapat banyak manfaat. Selain menambah teman dan sekaligus bisa membantu meningkatkan traffic blog kita, lewat komunitas ini kita bisa banyak berbagi atau bertukar informasi dengan blogger lain, baik itu informasi seputar tips dan trik blogging, info-info situs yang menarik, maupun info tentang sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan blogging.

Di Surabaya sendiri ada berbagai macam komunitas, namun, salah satu yang cukup terkenal adalah TuguPahlawan.Com atau lazim disebut TPC. Terbentuk mulai tanggal 10 November 2007, komunitas yang menyebut anggotanya The Heroes ini bertujuan untuk mewadahi blogger Surabaya maupun masyarakat umum yang ingin saling bertukar informasi tentang kota Surabaya sambil terus memasyarakatkan blog kepada para warganya.

Yak opo? Arek Suroboyo a? Duwe blog? Yo wis gak usah kakean mikir maneh, ayo ndang gabung nang TuguPahlawan.Com!(*)

Categories
info physics blog competition

Kenalkan Diri ke Masyarakat, Himasika Gelar Berbagai Macam Kegiatan

Menjadikan Himasika ITS sebagai organisasi yang memiliki dasar keilmiahan dengan orientasi kedepan berupa pengabdian masyarakat.

Begitulah visi yang diusung oleh Julian Saputro, ketua Himpunan Mahasiswa Fisika (Himasika) ITS, untuk masa kepengurusannya tahun ini. Ditemui kemarin Jumat (21/01), Julian bercerita sedikit tentang organisasi yang dipimpinnya tersebut. Dengan masih mengenakan baju koko usai sholat Jumat, Julian bercerita bahwa tujuan akhir yang ingin ia capai bersama organisasi ini nantinya adalah agar mahasiswa Fisika ITS nantinya mampu terjun langsung dan berkontribusi kepada masyarakat melalui langkah-langkah yang bersifat keilmiahan, sesuai dengan latar belakang mereka di bidang sains.

Pengabdian masyarakat memang menjadi perhatian utama bagi Julian. Dia menilai bahwa selama ini kiprah jurusan Fisika sendiri masih kurang begitu dikenal di masyarakat. “Kalau di (jurusan) Fisika, penelitian internal memang banyak, tapi untuk yang keluar masih kurang sekali,” tutur pemuda asal Bekasi ini. Penilaian inilah yang kemudian mendasarinya untuk membuat program-program kerja yang nantinya dapat lebih mengenalkan jurusan Fisika, khususnya ITS, kepada masyarakat luar.

Beberapa program yang dicanangkannya untuk mendukung visi tersebut antara lain program sukses PKM dan juga Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret 2011 nanti. Kegiatan-kegiatan ini selain diharapkan mampu mendongkrak pamor jurusan Fisika, juga mampu memberikan nilai lebih kepada masyarakat.

Selain kepada masyarakat, Julian juga ingin meningkatkan citra jurusan Fisika dimata para pelajar dan juga mahasiswa lainnya. Hal tersebut berusaha diwujudkannya melalui beberapa kegiatan Himasika. Salah satunya, seperti yang kita tahu, adalah Physics Blog Competition yang sekarang sedang berlangsung sampai tanggal 23 Januari mendatang dan membidik kalangan pelajar SMA dan juga mahasiswa. “Kita ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Fisika itu tidak hanya berkutat dengan rumus, tapi juga bisa yang lain, misalnya masalah IT,” terang mahasiswa angkatan 2008 ini saat ditanya mengenai alasan penyelenggaraan lomba blog yang tahun ini diikuti oleh 86 peserta tersebut.

Melalui kegiatan yang berjalan sejak tahun 2010 tersebut, Julian berharap dapat menghimpun para mahasiswa, khususnya di ITS, yang memiliki minat terhadap blog. Julian yang mempunyai blog tapi mengaku bukan seorang blogger ini menginginkan nantinya setelah acara ini usai, para peserta dapat berkomunikasi lebih lanjut dan membentuk komunitas blogger yang setahu dia belum pernah ada di ITS.

Disamping lomba blog, dalam waktu dekat Himasika akan menggelar kegiatan yang diberi nama Gebyar Fisika 2011. Gelaran ini nantinya terdiri dari lima rangkaian acara, antara lain open laboratorium bagi siswa SMA, seminar nasional, olimpiade fisika SMA, olimpiade fisika SMP, dan juga Physics Colour Party. Acara yang terakhir disebut cukup unik. Berupa lomba mewarnai bagi anak TK, ajang tersebutlah yang nantinya akan digunakan oleh Himasika untuk mengenalkan fisika kepada anak-anak sejak dini. “Jadi nanti mereka kita kasih gambar-gambar tokoh fisika, misalnya Einstein atau Newton, untuk diwarnai,” ujar Julian. Selain itu, anak-anak tersebut akan diberi pengetahuan singkat tentang fisika melalui gambar-gambar dan media visual lainnya. Melalui cara-cara seperti ini, diharapkan anak-anak pun dapat mulai belajar mengenai fisika sejak dini. (*)

Categories
info physics blog competition

Awas, Yang Gratis Tidak Selamanya Gratis!

Apakah Anda juga seorang pengguna fasilitas blog gratisan seperti saya? Kalau begitu Anda, dan saya, perlu waspada karena belum tentu yang gratis akan selamanya gratis. Simak saja kisah GeoCities, fasilitas blog gratisan dari Yahoo! Yang berapa tahun lalu akhirnya ditutup. Akibat kejadian itu, banyak blogger yang kehilangan blognya. Kalau dalam kehidupan nyata, seperti orang yang digusur rumahnya. Meskipun sampai saat ini WordPress masih adem ayem, resiko itu toh tetap ada dan mengancam kita.

Lantas, bagaimana solusinya? Pak Santoso, pemilik PT. Otak Kanan, menjelaskan bahwa yang paling aman adalah dengan memiliki domain dan hosting sendiri, tidak nunut di penyedia fasilitas blog gratisan. Langkah ini menurutnya adalah yang paling tepat. Apalagi, saat ini harga domain dan sewa hosting sudah tidak mahal lagi. “Sekarang seratus ribu saja sudah dapat domain kan,” tuturnya.

Tunggu, sebelum melangkah lebih jauh lagi, mungkin ada yang masih belum paham tentang istilah domain dan hosting. Oke, kita bahas dulu secara singkat ya. Mudahnya begini, kalau dalam kehidupan nyata kita tahu yang namanya tanah. Di atas tanah itulah nantinya kita mendirikan bangunan. Bangunan yang kita bangun tersebut pastinya punya alamat dong agar mudah dicari. Nah, kalau dalam dunia internet nih, tanah itu bisa diassosiasikan sebagai hosting, lalu bangunan sebagai blog/website kita, dan alamat adalah domain yang kita miliki. Bagaimana? Sudah paham? Sebeum lanjut, liat dulu deh video tentang domain ini:

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=L46M6gSQ1LQ&w=640&h=390]

Sebelum mulai memutuskan untuk membeli domain, Pak Santoso memberikan beberapa tips yang perlu diperhatikan. Tips tersebut antara lain:

–         Sebelum menentukan nama domain, lebih baik kita tahu dulu keinginan kita, mau dikenal seperti apa website kita nantinya. Apakah mau menggunakan nama kita sendiri, atau menggunakan nama maupun istilah-istilah yang unik

–         Kalau bisa, pilihlah domain yang pendek, jadi mudah diingat

–         Gunakanlah frase yang umum. Selain memudahkan untuk diingat, nama-nama yang umum juga akan mudah keluar di mesin pencari (Google, Yahoo!, dll.). Pak Santoso memberi beberapa contoh domain yang umum seperti misalnya desainweb.com, desainlogo.com, dsb.

Kalau sudah mempertimbangkan hal-hal di atas, baru kita bisa menentukan nama domain apa yang cocok kita pakai. Sudah menemukan nama domain yang cocok tapi ternyata sudah diambil orang? Jangan khawatir. Coba saja cari ekstensi yang lain. Misalnya, domain yang kamu inginkan, www.ikanbakar.com, sudah diambil orang, kamu bisa coba memakai www.ikanbakar.net atau www.ikanbakar.info. Jadi, kamu bisa tetap memakai nama domain yang kamu inginkan, bahkan harganya lebih murah. Memang sih, biasanya orang lebih mudah ingat domain yang berekstensi “.com”. Tapi, itu tidak masalah asalkan kamu bisa mempromosikan blogmu dengan baik.

Oh iya, satu hal yang perlu diwaspadai juga untuk urusan domain ini adalah masalah domain yang dipelesetkan. Hah, apaan lagi tuh? Domain yang dipelesetkan adalah domain yang hampir mirip dengan domain yang lain. Contohnya clickbca.com dengan clickabc.com. Biasanya pemilik domain yang pelesetan tersebut memanfaatkan kesalahan orang dalam mengetikkan alamat domain. Tujuannya bisa macam-macam, salah satunya untuk memperoleh traffic dengan mudah. Untuk hal ini, Pak Santoso memberikan tips tambahan, yakni dengan memilih domain yang unik dan kemungkinan salah ketiknya minim. Kalau perlu, nama domain yang mirip-mirip itu dibeli juga dan di-redirect ke domain aslinya. Misalnya Pak Santoso yang selain menggunakan domain otakkanan.com juga membeli domain otak-kanan.com untuk antisipasi agar orang tidak salah masuk website.

Nah, bagaimana? Sudah siap memiliki domain sendiri?(*)

Categories
info physics blog competition

Anak Gaul Surabaya

Di suatu siang yang terik, saat perkuliahan telah usai, Arya tampak berdiri kebingungan di depan kelas sampai akhirnya Andre, temannya, menegurnya.

“He, Ya, ngapain bengong?” tanya Andre.

“Aku bingung Ndre mau ngapain. Lagi nggak ada kerjaan nih, lagi nggak ada tugas. Mau balik ke kosan juga males,” jawab Arya.

“Oh, gitu. Ya wes, daripada bingung, mending ikut aku nonton konser musik sore ini.”

“Konser? Boleh deh. Mau berangkat kapan?”

“Berangkat sekarang aja kalau gitu. Sekalian cari makan dulu.”

“Ya udah. Yuk!”

Kemudian, pergilah mereka bersama-bersama ke tempat tujuan. Ditengah perjalanan, Arya bertanya pada Andre, “Ndre, kamu kok bisa update gitu sih kalo ada event-event asik?”

Sambil tersenyum Andre menjawab, “Ya iyalah. Aku kan sering buka EventSurabaya.net. Twitternya juga aku follow. Jadinya, update terus deh setiap ada event menarik di Surabaya.”

“Ooo…”

***

Kita mungkin pernah juga ngalamin apa yang dialami Arya. Pulang kuliah, nggak ada tugas, jadinya bingung mau ngapain. Atau setiap hari hanya kuliah, kerja tugas, presentasi, kuliah, kerja tugas, presentasi, begitu terus sampai akhirnya kita bosan juga karena nggak ada kegiatan lain yang menarik. Nah, daripada pusing-pusing, mendingan buka deh EventSurabaya.net. Website ini bakal ngasih kita update info tentang acara-acara asik yang ada di Surabaya.

Selain acara-acara buat seneng-seneng seperti konser musik dan pameran, website ini juga berbagi info buat kita yang ingin memperkaya diri dengan seminar atau workshop. Itu yang mau memperkaya diri dengan wawasan. Nah, yang mau memperkaya diri dengan duit, coba aja buka direktori lomba. Tinggal pilih yang mana yang kamu banget, catat jadwalnya, ikut lombanya, dan kalau menang, jangan lupa traktirannya ya. Hehehe…

Heh, masih bengong aja. Udah, buruan buka EventSurabaya.net dan siap-siap jadi Anak Gaul Surabaya! (*)

Categories
info physics blog competition

Belajar dari Doraemon

Aku ingin begini, aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu, banyak sekali…

Semua semua semua dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas di angkasa
Hai… Baling-baling bambu

La la la… Aku sayang sekali…
Doraemon…

Hayoo… Siapa yang tidak tahu Doraemon? Saya yakin, pasti tidak ada yang tunjuk tangan. Kalau ada, wah, bisa-bisa orang tersebut langsung dialienisasi oleh orang-orang lain disekitarnya. Bagaimana tidak? Hampir seluruh rakyat Indonesia Raya tahu dan kenal si robot kucing dari abad ke-22 ini.

Doraemon memang sudah seperti dedengkotnya kartun Jepang di Indonesia. Bayangkan saja, saya sudah nonton Doraemon sejak TK dan sampai sekarang kartunnya masih tetap tayang tiap minggunya. Yang saya herankan, dari jaman saya TK sampai sudah kuliah seperti sekarang ini, Nobita dan kawan-kawannya itu kok ya ndak naik-naik kelas, kelas empaa..t aja. Atau memang di Jepang sekolah cuma sampai kelas empat SD ya? Hehehe… Yah, namanya juga kartun.

Sebenarnya, dari dulu sampai sekarang, ceritanya Doraemon masih sama sih, ya begitu-begitu itu. Nobita yang sering dipermainkan oleh Giant dan Suneo meminta bantuan pada Doraemon. Lantas, Doraemon mengeluarkan alat canggih dari abad ke-22 dari dalam kantong ajaibnya untuk membantu Nobita. Ujung-ujungnya, Nobita juga yang kena batunya karena sering ceroboh dan egois memakai alat-alat doraemon. Ya begitu itu, simpel sih sebenarnya. Tapi yang membuat Doraemon menarik dan edukatif, selain alat-alatnya yang canggih, adalah pesan moral yang selalu diselipkan dibalik ceritanya. Mungkin itu yang membuatnya bisa tetap tayang sampai selama ini.

Kalau dipikir-pikir, tidak salah juga sih kalau Doraemon ini berasal dari Jepang. Alat-alat canggih dari abad ke-22 yang dimiliki Doraemon seakan mencitrakan kemajuan teknologi Jepang. Coba perhatikan, banyak sekali kan produk teknologi Jepang yang tersebar di seluruh dunia. Gampangnya, lihat saja mobil, motor, laptop, televisi, handphone, dan peralatan elektronik lain disekitar kita. Banyak yang bermerek Jepang kan? Dan juga, produk dengan merek Jepang sering diassosiasikan dengan kualitas, lebih-lebih kalau dibandingkan dengan produk dari negeri tetangganya, China. Makanya, kita sering dengar ada produk yang mengedepankan slogan seperti “merek asli Jepang lho”. Yah, semacam itulah. Penyebabnya, ya itu tadi, tidak hanya karena canggih, tapi juga karena kualitasnya yang mumpuni.

Dalam hal inovasi, Jepang pun bisa dibilang luar biasa. Bahkan, dari hasil browsing, saya menemukan sebuah teknologi terkini dari Jepang yang benar-benar mirip alat milik Doraemon. Terobosan itu adalah kaos instan. Ya, kaos instan. Cara pakainya pun sudah seperti mie instan. Awalnya, kaos ini bentuknya kecil, kira-kira sebesar telapak tangan. Tapi, setelah direndam dalam air, ia akan mengembang menjadi seukuran pakaian normal. Jadi, sekarang kita tidak perlu repot-repot membawa tas yang besar bila bepergian. Keren kan? Benar-benar mirip alatnya Doraemon. Lebih jelasnya, coba liat gambar-gambar di bawah ini:

Itu tadi hanya sebagian kecil contoh teknologi milik Jepang. Selain itu, tentu masih banyak lagi yang lainnya. Katakan saja kereta api Shinkansen, robot-robot canggih, dsb. Pertanyaannya adalah kapan Indonesia bisa menyusul Jepang dan membuat alat-alat Doraemonnya sendiri? Bagaimana, Pemuda?(*)

Sumber: http://apakabardunia.com/

Categories
info opini physics blog competition Rupa-rupa serial balada maba

Institut Teknologi Sebenarnya

Lain tetangga, lain pula tusukan teman lama yang polosnya luar biasa. “Kuliah dimana sekarang?” tanyanya. “Ehm… Jadi nggak enak nih nyebut-nya,” gaya saya agak sombong. “ITS dong bro!” jawab saya bersemangat. “Wah… ITS, pinter juga lu bro! Di Semarang nge-kos apa sama saudara?”.

Sepotong percakapan di atas saya ambil dari tulisan Bahtiar Rifai Septiansyah, mahasiswa Teknik Perkapalan ITS, yang berjudul “Melawan Hegemoni ITB”. Tulisan tersebut dimuat di website ITS pada tanggal 12 April 2010.

Anda yang belum tahu ITS pasti biasa-biasa saja usai membaca tulisan di atas. Anda mungkin berpikir, apanya yang aneh, itu kan hanya percakapan biasa antara dua orang teman. Ya, memang hanya percakapan biasa. Yang salah adalah isi pembicaraannya. Perlu Anda tahu (bagi yang belum tahu) bahwa ITS itu adanya di Surabaya, bukan di Semarang, apalagi di Sorong, Papua.

Nah, Anda yang sikapnya tidak biasa-biasa saja, mungkin merasa geli, heran, atau bahkan tersinggung setelah membaca tulisan di atas, mungkin saja Anda sudah mengenal ITS. Loh, mengapa kok pakai “mungkin”? Coba Anda jawab dulu, menurut Anda, apakah kepanjangan dari ITS? Kalau jawaban Anda seperti ini: “Ah, kalau itu, semua orang juga tahu. ITS kan singkatan dari Institut Teknologi Surabaya,” maka saya rasa kata “mungkin” tepat untuk saya gunakan.

logo its

Nama ITS, terutama huruf akhirnya, memang kerap menimbulkan salah tafsir. ITS memang terletak di Surabaya, tapi huruf ‘S’ yang paling belakang itu bukanlah singkatan dari Surabaya, melainkan Sepuluh Nopember, satu hal yang sering salah dipahami oleh banyak orang.

Apalah arti sebuah nama, demikian kata Shakespeare. Saya pribadi kurang setuju dengan ungkapan tersebut. Justru, nama itu sangat penting. Coba Anda bayangkan setiap hari harus bertemu dan berinteraksi ratusan orang yang tidak punya nama. Pasti repot kan?

Lagipula, nama adalah doa. Doa dari si pemberi nama terhadap yang dinamai. Pernahkah Anda dengar ada orang yang menamai anaknya dengan nama-nama yang buruk atau berarti keburukan? Tentu tidak kan?

Begitupun dengan ITS. Nama Sepuluh Nopember tentu tidak asal comot begitu saja. Anda pasti tahu bahwa pada tanggal 10 Nopember 1945, terjadi pertempuran hebat melawan penjajah di Surabaya. Saking besarnya pertempuran ini, tanggal 10 Nopember sampai diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Semangat perjuangan inilah yang mendasari pemilihan nama perguruan tinggi ini. Untuk lebih lengkapnya, coba baca kutipan di bawah ini:

Nama perguruan tinggi tersebut dipilih dengan maksud supaya jiwa dan cita-cita 10 Nopember 1945 dipergunakan sebagai dasar oleh para mahasiswa. Pada jiwa 10 Nopember 1945 tersimpul tekad dan keikhlasan untuk berkorban bagi negara, serta dengan diiringi rasa persatuan dan semangat gotong-royong harus menjadi dasar bagi semangat mahasiswa. Dengan jiwa 10 Nopember diyakini bahwa para mahasiswa akan dapat menyelesaikan studi dengan memuaskan dan diharapkan dapat mencetak generasi muda yang berguna bagi nusa dan bangsa.

(Buku IPITS Mahasiswa Baru Tahun 2010/2011)

Nah, sudah mengerti kan makna dan alasan pemilihan nama Sepuluh Nopember? Semoga saja semangat dan harapan dibalik nama tersebut mampu menjiwai saya dan juga rekan-rekan mahasiswa lain dalam menempuh pendidikan di ITS ini bahkan sampai lulus dan terjun ke masyarakat. Amin…

Eh, ngomong-ngomong soal nama, saya ingin sedikit bercerita. Waktu saya mengikuti Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) yang diadakan oleh Hima Sthapati Arsitektur, jurusan saya, seorang pemateri sempat melontarkan sebuah guyonan. Menurutnya, di Indonesia ini ada dua institut teknologi, Institut Teknologi Sebenarnya dan Institut Teknologi Bohong-bohongan. Anda pasti tahu apa maksudnya. Tapi ini cuma guyonan lho ya, jangan dimasukkan hati.

Ehm… Tapi kalau disuruh memilih, Anda lebih memilih yang mana, yang sebenarnya atau yang bohong-bohongan? Kalau saya sih ya yang sebenarnya dong… (*)

Categories
info physics blog competition Rupa-rupa

Minggu Kompetisi

Wah, postingan pertama di tahun 2011! Sebenarnya, saya punya banyak hal untuk diceritakan di awal tahun yang cukup menarik ini. Sayangnya, awal tahun ini bersamaan dengan masa akhir semester saya yang artinya: TUGAS LEBIH MENGGILA. Ya, dan saya pun sudah tidak bisa berkutik lagi  jika sudah dihadapkan pada tugas.

Nah, karena beberapa yang ingin saya ceritakan sudah lewat, maka saya ceritakan saja apa yang akan saya hadapi. Yang jelas, sekarang saya sudah bisa menikmati liburan semester (akhirnya!). Tapi, di minggu awal liburan ini saya sudah punya banyak hal yang perlu dilakukan. Tidak, tentu bukan tugas lagi. Sudah cukuplah tugas-tugas untuk sementara ini. Saya ingin lebih produktif di bidang lain untuk liburan semester, dimulai minggu ini. I’d like to call this week as competition week alias minggu kompetisi.

Mengapa minggu kompetisi? Ya, karena saya banyak berkompetisi minggu ini. Dan kompetisi-kompetisi itu adalah:

Categories
info

Lansia Pun Punya Kereta

Meskipun sudah memasuki tahun kedua, terus terang saya baru tahu ada program khusus dari PT. KAI yang menyediakan satu gerbong khusus bagi para lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan para penyandang cacat. Satu langkah yang patut kita apresiasi.

Memang, dalam tayangan yang terlihat di televisi, tidak terlihat ada yang berbeda antara gerbong yang hanya dioperasikan setahun sekali pada musim mudik ini dengan gerbong kereta kelas ekonomi biasa. Ya, tidak ada fasilitas-fasilitas khusus bagi penumpangnya. Tapi, menurut saya itu bukan suatu masalah. Toh, program ini masih terbilang baru. Tentu dalam perjalanannya akan ada berbagai macam perbaikan yang menyusul.

Meskipun tanpa dilengkapi fasilitas-fasilitas tertentu bagi orang-orang yang berkebutuhan khusus, adanya gerbong khusus ini dirasa sudah cukup membantu. Paling tidak, para lansia, ibu hamil dan menyusui, serta para penyandang cacat merasa sedikit lebih nyaman karena tidak perlu berdesak-desakan dengan para penumpang lain seperti bila mereka menumpang kereta yang biasa. Bagi ibu-ibu, mengasuh anak-anak dan melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, seperti mengganti popok atau menyusui, pun jadi lebih leluasa.

Bukan hanya di dalam kereta, PT. KAI pun melengkapi pelayanannya di area stasiun. Bagi ibu-ibu, disediakan ruangan khusus untuk menyusui. Ruang tunggu khusus juga disiapkan bagi para lansia dan penyandang cacat, meskipun, yah, sekali lagi, belum ada fasilitas tambahan di situ. Sayangnya, fasilitas ini terdapat hanya di tiga stasiun di Jakarta kalau saya tidak salah.

Apapun itu, saya rasa kita patut mengacungkan jempol pada upaya PT. KAI yang berusaha meningkatkan komitmennya dalam pelayanan publik. Paling tidak, mereka sudah memulai. Tentu, harapan kita, dalam perkembangannya akan ada berbagai macam perbaikan dan pengembangan pelayanan. Oiya, kalau bisa juga, jangan hanya dioperasikan pada saat mudik saja. Kalau bisa ya jadi program regular yang beroperasi sepanjang tahun. Semoga saja, langkah PT. KAI ini dapat dicontoh oleh intansi lain sehingga masyarakat jadi lebih terpuaskan.

Categories
info Rupa-rupa

Israel VS Bocah Situbondo

Tadi siang saya menonton tayangan berita di tvOne. Dalam tayangan tersebut ditampilkan sekelompok anak-anak TK di Situbondo yang menggelar istighosah atau doa bersama yang ditujukan bagi warga Palestina. Hal ini tidak lepas dari ulah Israel beberapa waktu lalu. Israel menyerang kapal Mavi Marmara, kapal yang mengangkut relawan serta bantuan bagi rakyat Palestina.

Awalnya, aksi istighosah ini cukup menarik perhatian saya. Saya salut terhadap pemrakarsa acara tersebut, yang mengajarkan anak-anak untuk peduli terhadap saudara mereka yang sedang terkena musibah. Namun, simpati saya hilang di akhir acara, ketika tayangan tersebut memperlihatkan anak-anak membakar dan menginjak-injak bendera Israel.

Eits, jangan salah sangka dulu. Saya tidak melarang orang membakar atau menginjak-injak bendera kaum Zionis yang memang kejam dan tidak berperikemanusiaan tersebut. Saya hanya merasa kurang sreg bila hal itu dilakukan oleh sekelompok anak kecil. Saya rasa, tidak mungkin aksi bakar-bakar tersebut merupakan ide anak-anak tersebut. Pastinya itu ide dari orang yang lebih dewasa. Menurut saya, belum sepantasnya kita mengajarkan hal yang demikian itu terhadap anak-anak. Masa anak-anak diajari demo ala mahasiswa? Kalau orang dewasa yang berdemo sih, membakar, menginjak, atau merobek bendera Israel tak akan jadi masalah bagi saya, toh, Israel memang biadab. Tapi, kalau anak-anak, ya sepantasnya sajalah.

Bagi saya, istighosah di awal tadi sudah cukup bagus tanpa harus diakhiri dengan aksi bakar-bakar. Sebagai penutupnya kan bisa diisi acara lain. Katakanlah, membaca puisi atau mengumpulkan sumbangan buku, pakaian, atau apapun untuk diberikan ke teman-teman mereka anak-anak Palestina. Saya rasa yang demikian itu lebih bijak.

Postingan lain saya tentang anak-anak, Nyanyian Bocah Masa Kini, bisa dibaca di sini. (*)