Categories
Cerpen Karya Puisi

Kereta

Derak roda besi ini mengingatkanku akan nyanyianmu
tidak merdu, tapi cukup membuatku rindu

kulempar pandanganku ke luar jendela
terkejut aku melihat wajahmu menyembul di sana, mengintipku
ah, kiranya hanya khayalku

sesak udara di sini membawaku pada rasa saat kita menyatu, erat melekat, sesak melesak
berpeluk dan saling memagut
aih, yang satu itu takkan pernah kulupa
bahkan manis di ujung bibirku pun sungguh masih terasa

puluhan orang di sekelilingku berbagai rupa pula acara
tapi bagiku kini, mereka hanyalah angin lalu
sebab pada lelakon ini, hanya ada kau dan aku

ah… di ujung jalan besi ini, bisa kubayangkan aku memilikimu

Categories
Karya Puisi

Status Facebook

Rengkuhlah aku dalam sujudku Ya Rabb, liputilah aku dalam hangatMu, leburlah aku dalam maknaMu. Biarlah segala tiada berupa, sebab sungguh pun kini aku tersiksa, merana. Merana akibat rindu tiada bersudah. Biar kutangisi seruanMu. Biar.

Saya menjadikan puisi singkat ini sebagai status Facebook saat saya sedang kehilangan kuasa atas diri saya sendiri dan membiarkan emosi mengambil alih. Saya bahkan tidak mengenal diri saya sendiri waktu itu. Tapi, saya rasa, puisi ini cukup bagus. Hehe…